PENGERTIAN DZHULM

Banyak orang, baik itu Konsumen maupun Developer nya sendiri beranggapan bahwa yang dinamakan Properti Syariah adalah hanya pada Skema/Sistem Penjualan antara Developer dengan Konsumen yang Tanpa RIBA saja.
.
Riba memang merupakan unsur yang paling besar, tapi kita juga jangan melupakan unsur-unsur lainnya, seperti GHOROR & JAHALAH, serta DZHULM:

.

Untuk Ghoror & Jahalah sudah dibahas pada artikel sebelumnya. Maka kali ini akan kita bahas mengenai DZHULM.

Secara garis besar bentuk Dzhulm ada 2, yaitu yang hubungannya vertikal (hablumminallah) dan yang horizontal (hablumminannas).

 Yang merupakan hubungan dengan Allah,
Sudahkah Developer menunaikan kewajiban Zakat baik Zakat Properti maupun Maal ditunaikan oleh Developer. Serta sudahkan Developer menjalankan syariat-syariat lainnya serta meninggalkan perkara yang dilarang.

 Kepada Pemilik Lahan,
Bagaimana Developer memperoleh lahannya, ada unsur ke-Dzhaliman, Riba, Ghoror dan Jahalah atau tidak.

 Kepada Pemerintah,
Sudahkah Developer taat pada pemerintah dalam perkara yang baik, seperti Melengkapi semua perizinan dengan lengkap baru melakukan penjualan.

 Kepada Partner,
Sudahkah Developer menunaikan kewajibannya memenuhi hak-hak partner dengan benar, baik itu kepada Investor, Karyawan, Tenaga Freelance, Marketing, Notaris, Supllier, dsb.

 dan Kepada Konsumen,
Maka jangan mengandung Riba, Ghoror dan Jahalah, dan ke-Dzhaliman (penipuan, dsb).


Sumber:

Dewan Syariah APSI (Asosiasi Properti Syariah Indonesia)

www.apsi.id

Share and Enjoy !

0Shares
0 0