IQALAH DAN KEUTAMAAN BERDAGANG

Iqalah adalah menerima pembatalan transaksi yang dilakukan pembeli terhadap barang yang kita jual.

Iqalah secara bahasa diartikan menghilangkan (Misbah al-Munir, al-Faiyumi, 2/521). Sementara pengertian Iqalah secara istilah didefinisikan dengan,

رفع العقد، وإلغاء حكمه وآثاره برضا طرفيه

Membatalkan akad, dengan tidak memberlakukan hukum dan konsekuensinya dengan kerelaan kedua belah pihak. (al-Mughni, 6/201, Bada’I as-Shana’I 5/308)

Iqalah di luar hak khiyar, karena itu, penjual tidak berkewajiban untuk menerimanya. Hanya saja sangat dianjurkan karena terdapat keutamaan yang sangat besar di dalamnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَقَالَ مُسْلِمًا أَقَالَ اللهُ عَثْرَتَهُ يَوْمَ القِيَامَةِ

Barang siapa yang menerima pembatalan transaksi yang diminta oleh seorang muslim maka Allah akan memaafkan kesalahan-kesalahannya pada hari kiamat nanti.’

(HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Baihaqi dari Abu Hurairah)

Hadis ini dinilai sahih oleh As-Sakhawi dalam Al-Maqashid Al-Hasanah, no. 465; oleh Al-Albani dalam Al-Irwa’, no. 1333 dan dalam Silsilah Shahihah, no. 2614; dan oleh Muqbil Al-Wadi’i dalam Shahih Musnad, no. 1373).

.

Itu adalah salah satu dari keutamaan yang bisa diperoleh pedagang, keutamaan berdagang lainnya adalah:

1Para sahabat Nabi adalah pedagang

Mungkin yang paling kita ingat adalah seorang sahabat bernama ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiallahu’anhu, namun para sahabat Nabi lainnya juga banyak yang pedagang. Abu Bakar radhiallahu’anhu adalah pedagang pakaian. Umar radhiallahu’anhu pernah berdagang gandum dan bahan makanan pokok. ‘Abbas bin Abdil Muthallib radhiallahu’anhu adalah pedagang. Abu Sufyan radhiallahu’anhu berjualan udm (camilan yang dimakan bersama roti). (Dikutip dari Al Bayan Fi Madzhab Asy Syafi’i, 5/10)

2. Pedagang yang jujur dan terpercaya akan dibangkitkan bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan para syuhada

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

التاجر الصدوق الأمين مع النبيين والصديقين والشهداء

“Pedagang yang jujur dan terpercaya akan dibangkitkan bersama para nabi, orang-orang shiddiq dan para syuhada.”

(HR. Tirmidzi no.1209, ia berkata: “Hadits hasan, aku tidak mengetahui selain lafadz ini”)


Referensi:

1..https://pengusahamuslim.com/5937-mengenal-iqalah-belajar-fikih-muamalah.html

2. https://pengusahamuslim.com/2395-anjuran-menerima-pembatalan-transaksi.html

3. https://pengusahamuslim.com/3719-keutamaan-berdagang-1896.html

Share and Enjoy !

0Shares
0 0