MENGENAL ISTILAH TOP-UP DAN TOP-DOWN PADA ANGSURAN PROPERTI SYARIAH

Sobat muslim,

salah satu kemudahan yang bisa didapat dari membeli rumah di properti syariah adalah pembayaran DP yang bisa diangsur / dicicil. Tidak hanya disitu saja, nilai angsurannya pun tidak baku dan bisa diatur sesuai dengan kondisi keuangan kita. Istilah yang dipakai adalah skema Top-Up atau juga Top-Down. Skema ini tidak hanya berlaku pada angsuran DP saja, tapi juga berlaku pada pembayaran angsuran bulanan untuk kredit 5 atau bahkan 10 tahun.

Kita akan mencoba membahas bagaimanakah yang dimaksud dengan kedua skema tersebut.

Top-Up

Top-Up adalah skema pembayaran angsuran baik DP atau angsuran bulanan dengan nilai yang semakin membesar di bulan atau tahun-tahun berikutnya.

Contoh:

Seorang pegawai negeri maupun pegawai swasta yang baru bekerja tentu akan memiliki kemampuan membayar angsuran dengan nilai yang rendah di awal angsuran. Namun untuk di tahun kedua dan tahun-tahun berikutnya besarnya nilai angsuran pun akan semakin ditingkatkan seiring dengan kenaikan gaji yang diterima setiap tahunnya.

Ataupun juga bagi seorang wiraswasta, seiring dengan pendapatannya yang tidak konstan setiap bulannya maka besarnya nilai angsuran DP dibuat rendah dulu di bulan-bulan awal, lalu dibesarkan di bulan-bulan tertentu seperti pada bulan ramadhan dan setelah hari raya karena biasanya itu adalah waktu-waktu panen bagi usahanya, dan dibuat kecil lagi untuk sisa angsurannya.

Top-Down

Sedangkan Tip-Down adalah kebalikan dari skema Top-Up. Jika Top-Up adalah skema angsuran yang membesar di akhir, maka Top-Down adalah skema angsuran yang nilainya semakin mengecil di akhir.

Contoh:

Seorang yang masih lajang atau juga bagi kepala keluarga yang baru menikah maka di awal mereka memiliki kemampuan membayar angsuran yang cukup besar mengingat biaya kebutuhan hidup yang belum banyak. Maka angsurannya pun akan dibuat besar di awal, lalu mengecil di tahun-tahun berikutnya karena diproyeksikan sudah dikaruniai anak yang otomatis menambah pengeluaran mereka.

Atau bagi seseorang yang anaknya masih kecil, tentu nilai angsuran di awal akan dibuat besar dan semakin mengecil di 5 tahun berikutnya karena anak sudah mulai sekolah dan lain sebagainya.

Sangat Fleksibel

Intinya, pada properti syariah semuanya sangat fleksibel. Yang terpenting adalah besarnya nilai total DP atau angsuran bulanan yang harus dibayarkan tetap (sama) sesuai yang disepakati di awal dan semuanya harus tertuang dalam akad perjanjian pembelian rumah.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0