RIBA TIDAK DILIHAT DARI NOMINALNYA

Sebagian orang masih memiliki paradigma bahwa yang dinamakan “syariah” haruslah murah.

Tentu ini adalah paradigma yang kurang tepat. Syar’i atau tidak syar’i bukanlah dilihat dari nominalnya, tapi dari bagaimana hakikat pelaksanaannya apakah sesuai dengan kaidah syariat atau ada unsur-unsur pelanggaran terhadap hukum syara’.

.

Nikah VS Zina

Kita ambil contoh mudahnya, pernikahan bagi sebagian orang bisa saja membutuhkan biaya lebih besar daripada zina bagi kalangan tertentu ataupun sebaliknya.

Maka mahal atau tidaknya sesuatu tidak serta merta mencerminkan apakah itu “syariah atau tidak”.

.

Jual Beli dan Riba Jelas Berbeda, Coba pahami penjelasan ayat ini

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah: 275)

Dalam ayat di atas, Allah membedakan antara riba dan jual beli. Sedangkan mereka menyatakan jual beli dan riba itu sama karena sama-sama menarik keuntungan di dalamnya. Padahal keduanya berbeda. Jual beli jelas dihalalkan karena ada keuntungan dan manfaat di dalamnya, baik yang bersifat umum maupun khusus. Sedangkan riba diharamkan karena di dalamnya ada kedzhaliman dan memakan harta orang lain dengan cara yang bathil, ini bukan seperti keuntungan yang ada dalam jual beli yang sifatnya mutualisme (saling menguntungkan antara penjual dan pembeli). –Al-Mukhtashor fi At-Tafsir, hlm. 47-. Lihat di (https://rumaysho.com/13633-renungan-04-riba-sama-dengan-jual-beli.html)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0